Kamis, 04 Agustus 2011

Water Activated Alarm & Light Activated Alarm



Water Activated Alarm
"sumpag GW g punya gambar yang bagus,,,"

Rangkaian ini digunakan untuk mendeteksi level ketinggian air, biasanya dipasang pada tangki air, ketika kedua ujung plat terkena air maka alarm akan berbunyi.
Cara kerja rangkaian :
-          Pada saat kedua ujung plat logam terkena air, maka resistansi dikedua ujung plat akan berubah, begitu juga dengan nilai resistansi R2 akan berubah pula. Hal ini menyebabkan arus basis pada Q1 akan berubah ( Ib Q1 ), maka arus emitor akan mengalir menuju kolektor, sehingga tegangan dari sumber akan mengalir menuju R3 dan R4.
-          Pada R3 dan R4 terjadi prinsip pembagi tegangan, besarnya tegangan diantara  R3 dan R4 akan memberikan trigger pada Gate SCR. Ketika Gate menerima trigger, dengan seketika SCR akan berkonduksi, dan arus pun akan mengalir dari Anoda menuju Katoda.
-          Pada saat SCR berkonduksi, maka kaki alarm yang lainnya akan terhubung ke ground, dengan demikian alarmpun akan berbunyi.
-          Fungsi dari D1 adalah sebagai pengaman untuk melindungi Alarm dan SCR, apabila ada tegangan Positif yang berlebih masuk pada katoda D1, tidak akan dilewatkan ke Anoda, karena apabila terjadi demikian Dioda mendapatkan bias reverse.
-          Apabila SCR telah ditrigger walaupun hanya satu kali dengan arus DC maka SCR akan terus berkonduksi dan alarmpun akan terus berbunyi. Untuk mematikan alarm apabila telah berbunyi, kita bisa memutuskan arus yang menuju Anoda tersebut yaitu dengan cara memasang tombol reset ( Switch push-button NC ) yang dipasang seri dengan SCR, kemudian menekan tombol tersebut.


Light Activated Alarm
 "lagi-lagi gambarnya jelek gan,,,"
 
Rangkaian ini merupakan salah satu jenis rangkaian alarm yang menggunakan LDR sebagai sensornya. Apabila  ada cahaya ( cahaya terang ) mengenai permukaan LDR maka rangkaian akan bekerja, dan alarmpun akan berbunyi.


Cara kerja rangkaian :
-     Prinsip kerja dari LDR adalah apabila ada cahaya terang mengenai permukan LDR, maka            resistansi dari LDR tersebut akan mengecil, dan apabila tidak ada cahaya yang mengenai permukaan LDR tersebut, resistansinya akan besar sekali.
-     RV1 pada rangkaian ini berfungsi sebagai referensi untuk menentukan sensitifitas dari LDR    tersebut.
-     Ketika ada cahaya terang mengenai permukaan LDR, maka Pada LDR dan RV1 terjadi prinsip   pembagi tegangan output dari pembagi tegangan tersebut dilewatkan pada basis dari Q1, sehingga Ic Q1 akan mengalir menuju emitor Q1.
-      Tegangan output dari emitor Q1 akan mengalir pada R1 dan R2. Pada R1 dan R2 akan terjadi     prinsip pembagi tegangan.
-     Sesuai dengan prinsip kerja dari LDR, output dari pembagi tegangan ini kecil pada saat                    keadaan gelap ( ketika resistansi LDR tinggi ), tetapi output dari pembagi tegangan tersebut akan besar pada saat kedaan menjadi terang ( ketika resistansi LDR rendah ). Besarnya tegangan output dari pembagi tegangan ini akan diumpankan untuk memberikan trigger pada Gate SCR.
-          Ketika Gate SCR telah diberikan trigger, maka SCR akan berkonduksi. Sehingga arus akan mengalir dari Anoda menuju Katoda dari SCR. Pada saat SCR berkonduksi, maka kaki alarm yang lainnya akan terhubung ke ground, dengan demikian alarmpun akan berbunyi.
-          Apabila SCR telah ditrigger walaupun hanya satu kali dengan arus DC maka SCR akan terus berkonduksi dan alarmpun akan terus berbunyi. Untuk mematikan alarm apabila telah berbunyi, kita bisa memutuskan arus yang menuju Anoda tersebut yaitu dengan cara memasang tombol reset ( Switch push-button NC ) yang dipasang seri dengan SCR, kemudian menekan tombol tersebut.
-          Fungsi dari D1 adalah sebagai pengaman untuk melindungi Alarm dan SCR, apabila ada tegangan Positif yang berlebih masuk pada katoda D1, tidak akan dilewatkan ke Anoda, karena apabila terjadi demikian Dioda mendapatkan bias reverse.

"nah itu dia gan sekilas analisis mengenai ke-du rangkaian sederhana  di atas,,, moga ada m,anfaatnya"

@M.I.B & Ahmad Sadely



Rabu, 05 Januari 2011

Entri_elektronika komponen_RESISTOR

RESISTOR
Ω

PENGERTIAN

JENIS

  1. TETAP
  2. VARIABEL
  3. NON LINIER

KODE WARNA CINCIN PADA RESISTOR

RANGKAIAN RESISTOR

  1. SERI
  2. PARAREL

Referensi : Jayadin Ahmad. 2007. ELDAS. (Jayadin wordpres.com

PENGERTIAN

Resistor adalah komponen dasar elektronika yang digunakan untuk membatasi jumlah arus yang mengalir dalam suatu rangkaian.

Hambatan (Resistor) adalah komponen elektronika yang selalu digunakan dalam setiap rangkaian elektronika karena dia berfungsi sebagai pengatur arus listrik.

Resistor bersifat resistif dan umumnya terbuat dari bahan karbon. Satuan resistansi dari suatu resistor disebut Ohm atau dilambangkan dengan simbol Ω (Ohmega).

PERLU DIPERHATIKAN

Besar resistansi

Besar watt-nya ( disipasi daya )

Karena resistor bekerja dengan dialiri arus listrik, maka akan terjadi disipasi daya berupa panas sebesar watt. Umumnya di pasar tersedia ukuran 1/8, 1/4, 1, 2, 5, 10 dan 20 watt. Resistor yang memiliki disipasi daya 5, 10 dan 20 watt umumnya berbentuk kubik memanjang persegi empat berwarna putih, namun ada juga yang berbentuk silinder

JENIS-JENIS RESISTOR

1. Resistor Tetap (Fixed Resistor)

Yaitu resistor yang nilainya tidak dapat berubah, atau selalu tetap (konstan).

Berfungsi sebagai pembagi tegangan, mengatur atau membatasi arus pada suatu rangkaian serta memperbesar dan memperkecil tegangan.

2. Resistor Tidak Tetap (variable resistor)

Yaitu resistor yang nilainya dapat berubah-ubah dengan jalan menggeser atau memutar toggle pada komponen tersebut, sehingga nilai resistor dapat kita tetapkan sesuai dengan kebutuhan.

Berfungsi sebagai pengatur volume (mengatur besar kecilnya arus), tone control pada sound system, pengatur tinggi rendahnya nada (bass/treble) serta berfungsi sebagai pembagi tegangan arus dan tegangan.

3. Resistor NTC dan PTC.

NTC (Negative Temperature Coefficient), yaitu resistor yang nilainya akan bertambah KECIL bila terkena suhu PANAS.

PTC (Positive Temperature Coefficient), yaitu resistor yang nilainya akan bertambah BESAR bila temperaturnya menjadi PANAS.

4. Resistor LDR

LDR (Light Dependent Resistor) yaitu jenis resistor yang berubah hambatannya karena pengaruh cahaya.

Bila terkena CAHAYA GELAP nilai tahanannya semakin BESAR, sedangkan bila terkena CAHAYA TERANG nilainya menjadi semakin KECIL.

CINCIN RESISTOR

KODE WARNA

Resistor 4,7K= 4K7 atau 4700

4,7KΩ±1% (4700 Ω ±1%)

Contoh :

1. Urutan cincin warna (resistor 4 cincin warna): merah Ungu biru emas

2. Urutan cincin warna (resistor 5 cincin warna): coklat merah hitam jingga coklat

Rangkaian Resistor
SERI

R = R1 + R2 + R3

Rangkaian resistor secara SERI akan mengakibatkan nilai resistansi total semakin besar.

PARALEL

Rangkaian resistor secara PARALEL akan mengakibatkan

nilai resistansi pengganti semakin

kecil



btada@yahoo.com

Referensi : Jayadin Ahmad. 2007. ELDAS. (Jayadin wordpres.com